Jumat, 23 April 2010

sempurna

semuanya tampak begitu sempurna
keindahan yang sempurna
kebahagiaan yang sempurna
kesempatan yang sempurna
tertulis indah dengan tinta emas yang berkilau sempurna

begitu pun denganku
kesendirianku saat ini begitu sempurna
kesepianku saat ini begitu sempurna
kesakitanku saat ini begitu sempurna
tangisanku saat ini begitu sempurna
lukaku saat ini begitu sempurna
lelahku saat ini begitu sempurna
bahkan keputusasaanku saat ini begitu sempurna
hanya satu yang belum ku raih
kematianku sampai saat ini
belum juga bisa sempurna

Kamis, 22 April 2010

dengarkan, sebentar saja . . . .

bolehkan aku bertanya
tentang sisi hati yang begitu sepi
apakah ia tak punya cinta?
ataukah cinta belum menemukannya?
dan jika dibolehkan ku bertanya
tentang sebuah harap yang masih bisu
apakah ia tak temukan jalannya?
ataukah cahaya belum menghampirinya?

aku terpuruk saat hatiku tersudut
sendiri meratapi sunyi yang menyiksa
padahal aku tak ingin
tapi luka ini terus menerus melebar
lalu sedikit demi sedikit
rasa sakit itu tak lagi terasa perihnya
karena lukaku yang tak pernah tertutup
memaksaku untuk bertahan
walau dengan tangan yang pincang
meski dengan kaki yang timpang
terpaksa ku harus terus tegar
hingga nanti datang saatnya
nyawaku terlepas perlahan dari raga
bersama semua luka yang tersisa

jika ku inginkan kau

jika malam ini gelap tak berbintang
ku ingin kau yang menyinarinya
jika malam ini purnama tak datang
ku ingin kau yang meneranginya

jika esok mendung memenuhi langit pagi
ku ingin kau yang menyapunya
jika esok awan halangi sinar mentari
ku ingin kau yang menghalaunya

jika nanti aku harus jatuh cinta
ku ingin kau yang menerimanya
jika nanti ku rasakan rindu yang menyiksa
ku ingin kau yang mengobatinya

dan jika nanti tiba saatnya
harus ku relakan hatiku untuk selamanya
mengabdi atas nama cinta
ku ingin kau yang menjadi tuannya

Selasa, 20 April 2010

sebaris rindu

sebaris kerinduan
menorehkan kisah di atas lembaran kasih
jiwa yang sunyi
menyanyi lirih di antara rimbunan perdu
memanggil-manggil, melambai-lambai
kabar tersiar dari burung camar
terbang, dibawa angin berhembus
hingga jauh ke negeri seberang

sebaris kerinduan
meninggalkan jejak di tanah-tanah taman cinta
jiwa yang kelu
tersaput kabut beku di cendawan kelabu
merintih, menyapu galau dalam perih
menatap langit dan bertanya
kapankah sebaris kerinduan ini
'kan terhapus oleh sentuhan dalam cinta

sebaris kerinduan
tertulis untuknya yang terkasih
oleh hati yang menangis, letih

Senin, 01 Maret 2010

bimbang

sebelumnya aku bisa menikmati kekosongan ini
dengan senyum yang kupaksakan dari hatiku
namun kosong itu menyiksa
dan siksaan itu terlalu menyakitkan
aku memang sendiri
tapi aku juga tak mau hidupku sepi
lalu apa lagi?
sedangkan hati ini terlanjur membeku karena perih
dan jiwaku terlanjur membiru karena dingin yang menggigit
pilihan bagiku terlalu rumit
memutuskan bagiku pun terlalu sulit
apa harus menunggu?
sedangkan aku tak tau apa yang bisa kutunggu
semuanya serba tak pasti
dan aku masih ingin pergi
mencari diriku yang belum ingin mati

Minggu, 10 Januari 2010

lelah . . .

ternyata tak semudah yang kubayangkan
lelah itu tak juga hilang
meski semua telah kulakukan
dan semuanya kini telah selesai
namun lelah yang menghimpit
tak juga beranjak dari hidupku yang sempit
walau ku tak ingin
tapi ini yang harus kujalani
semoga lelah itu
menjadi cambuk untukku bangkit
menatap hari baru di depanku
yang menanti untuk ku jalani
dengan satu senyum yang baru
merekah dari sudut hatiku

Rabu, 23 Desember 2009

bukan apa-apa

bukan apa-apa
memang bukan apa-apa
hanya bukan apa-apa
jika bukan apa-apa
apakah bukan apa-apa
sudahlah, bukan apa-apa
masih bukan apa-apa
tetap bukan apa-apa
karna memang bukan apa-apa