Selasa, 20 April 2010

sebaris rindu

sebaris kerinduan
menorehkan kisah di atas lembaran kasih
jiwa yang sunyi
menyanyi lirih di antara rimbunan perdu
memanggil-manggil, melambai-lambai
kabar tersiar dari burung camar
terbang, dibawa angin berhembus
hingga jauh ke negeri seberang

sebaris kerinduan
meninggalkan jejak di tanah-tanah taman cinta
jiwa yang kelu
tersaput kabut beku di cendawan kelabu
merintih, menyapu galau dalam perih
menatap langit dan bertanya
kapankah sebaris kerinduan ini
'kan terhapus oleh sentuhan dalam cinta

sebaris kerinduan
tertulis untuknya yang terkasih
oleh hati yang menangis, letih

Senin, 01 Maret 2010

bimbang

sebelumnya aku bisa menikmati kekosongan ini
dengan senyum yang kupaksakan dari hatiku
namun kosong itu menyiksa
dan siksaan itu terlalu menyakitkan
aku memang sendiri
tapi aku juga tak mau hidupku sepi
lalu apa lagi?
sedangkan hati ini terlanjur membeku karena perih
dan jiwaku terlanjur membiru karena dingin yang menggigit
pilihan bagiku terlalu rumit
memutuskan bagiku pun terlalu sulit
apa harus menunggu?
sedangkan aku tak tau apa yang bisa kutunggu
semuanya serba tak pasti
dan aku masih ingin pergi
mencari diriku yang belum ingin mati

Minggu, 10 Januari 2010

lelah . . .

ternyata tak semudah yang kubayangkan
lelah itu tak juga hilang
meski semua telah kulakukan
dan semuanya kini telah selesai
namun lelah yang menghimpit
tak juga beranjak dari hidupku yang sempit
walau ku tak ingin
tapi ini yang harus kujalani
semoga lelah itu
menjadi cambuk untukku bangkit
menatap hari baru di depanku
yang menanti untuk ku jalani
dengan satu senyum yang baru
merekah dari sudut hatiku

Rabu, 23 Desember 2009

bukan apa-apa

bukan apa-apa
memang bukan apa-apa
hanya bukan apa-apa
jika bukan apa-apa
apakah bukan apa-apa
sudahlah, bukan apa-apa
masih bukan apa-apa
tetap bukan apa-apa
karna memang bukan apa-apa

Rabu, 16 Desember 2009

lelah

aku memang lemah
tapi itu karenaku lelah
aku memang tak berguna
tapi itu karenaku lelah
aku memang tak berarti
tapi itu karenaku lelah

aku lelah berpura-pura menjadi baja
sementara aku adalah kapas
aku lelah berpura-pura tegar
padahal sudut hatiku terluka dalam

tapi apa yang bisa kulakukan
selain menangis meratapi kebodohanku
apa lagi yang bisa kuperbuat
selain menangis menyesali ketololanku

untuk semua yang pernah tersakiti karenaku
kuucapkan maaf dari hatiku
semoga cukup untuk sekedar hapuskan dendam
yang mungkin bertumpuk sekian lama
hingga membeku dan mendarah daging
sekali lagi kusampaikan maafku yang terdalam
ijinkanku beristirahat . . .
menikmati kematian yang semakin mendekat
dengan semua kelelahan yang begitu mengikat
sekali lagi . . . .
maaf . . . . . . . .

Rabu, 18 November 2009

kosong

saat waktu berlalu dalam senyap
kusadari ku berada di satu sisi jalan yang berujung gelap
hanya setitik hitam yang terlihat dari kejauhan
memang aku tak secara sengaja
berhenti di sudut persimpangan yang kosong
menatap hampa sehelai daun yang meluruh
meraba hatiku
akankah hatiku bernasib sama
dengan daun itu?

Rabu, 11 November 2009

ragu . . .

aku memang hanya seorang perempuan yang hanya bisa berkata iya, namun tak bolehkah sekali saja ku berkata tidak?
aku memang hanya seorang perempuan yang hanya bisa mengangguk, namun tak bolehkah sekali saja ku menggeleng?
aku memang hanya seorang perempuan yang hanya bisa menurut, namun tak bolehkah sekali saja ku memilih?

aku memang hanya seorang perempuan, namun aku bukan boneka yang hanya bisa di permainkan semau hati, aku juga bukan plastisil yang selalu mengikuti gerak tangan pembuatnya.

aku manusia yang juga memiliki kaki yang harus berjalan
aku manusia yang juga memiliki mata yang harus melihat
aku manusia yang juga memiliki telinga yang harus mendengar
aku manusia yang juga memiliki tangan yang harus menggapai
dan aku manusia yang juga punya hati, yang harus merasa . . .